WAHAI Ayah, Perhatikanlah Anak Perempuanmu
Zaman sekarang banyak terjadi pelecehan seksual di kalangan remaja
bahkan anak-anak,Di laman facebook pernah geger karena ada foto anak perempuan yang sedang
diperlakukan tidak sopan, namun tampak menyukai hal tersebut. Bahkan tertawa,
tidak risih atau malu.
Ada beberapa foto yang diambil dalam kondisi berfose. Artinya, foto itu
sengaja diambil dengan sepengatahuan objek yang difoto.Sebuah media keluarga,
melakukan survey dan menganalisis penyebab meningkatnya jumlah gadis-gadis yang
agresif dan genit. Menurut temuan mereka, karena terlalu banyak pengaruh dari
berbagai media; banyak tontonan layar lebar maupun televisi, iklan, majalah,
dan buku yang mencontohkan anak perempuan untuk proaktif terhadap pria.
Selain itu, yang paling berpengaruh adalah pola asuh keluarga. Anak dari
sebuah keluarga yang sering konflik atau orangtuanya bercerai cenderung membuat
anak rentan secara emosional, sehingga mencari penyeimbang emosi dari lawan
jenis. Untuk menghindari hal itu, pendidikan dan contoh di keluarga tentang
adab dan akhlak seorang Muslimah sangat penting. Ajaran Islam sangat jelas mengatur
bagaimana seorang Muslimah berpakaian dan berperilaku. Karenanya,
perempuan ditinggikan martabatnya karena kemampuannya menjaga kehormatan
dirinya.
Ada hal yang perlu digarisbawahi mengenai fenomena di atas, tentang
pentingnya perhatian dan kasih sayang ayah pada anak perempuannya. Ayah harus
aktif mencintai dan memperhatikan kebutuhan emosi anak perempuannya. Banyak kasus
akibat anak perempuan tidak dekat dengan ayah, tidak mendapatkan perhatian dan
kasih sayang dari ayahnya, maka selalu mencari perhatian lawan jenis baik di
sekolah, maupun di tempat kerja.
Barangkali kisah berikut bisa menginspirasi, tentang kedekatan ayah dan
anak perempuannya. Ketika suaminya meninggal secara mendadak, seorang ibu muda
sangat cemas memikirkan nasib anak perempuan satu-satunya. Namun di tengah rasa
dukanya yang mendalam, anak perempuan yang masih belia itu berkata,
"Bunda, meski kebersamaanku dengan ayah hanya 11 tahun, tapi kasih sayang
dan perhatian ayah bagiku sudah cukup," ujar sang anak.
Si ibu tak menyangka ucapan tersebut keluar dari mulut anaknya. la sangka
anak perempuan yang sangat dekat dengan ayahnya itu akan merasa shock, bahkan
boleh jadi frustrasi. Namun ternyata ia ikhlas melepas kepergian ayah nya.
justru karena ia sangat dekat dan sudah merasa puas dengan kasih sayang sang
ayah, ia menjadi sangat tegar.
Kedua fenomena tersebut memberikan pembelajaran bahwa di masa kini untuk
membentuk anak-anak perempuan yang sesuai jati diri Muslimah, sangat
diperlukan peran ayah, bukan hanya ibu. Sebagai orang tua kita tidak tahu akan
berapa lama mendampingi dan mengasuh buah hati kita. Namun jika yang dilakukan
sudah maksimal, hal positif yang dilakukan orangtua akan menjadi modal dan
model yang kuat. amiiin semoga jadi bahan renungan kita bersama.
(sumber : buku mendidik
karakter dengan karakter)

Comments
Post a Comment