Tahukah Amalan Kecil Yang Membawa ke Surga?????mari simak
"Bilal;'
kata Rasulullah SAW selepas subuh, seperti dikutip lmam Al-Bukhari,
"Ceritakan kepada saya satu amalan yang paling engkau andalkan, karena
sesungguhnya pada suatu malam saya mendengar suara sandal kamu berada di pintu
surga:' "Tak ada amal yang lebih baik yang telah aku kerjakan selain
berwudhu siang dan malam, kemudian aku tunaikan shalat Sunnah sebanyak yang
saya mampu;'jawab sahabat Nabi SAW ini.
Mendengar
pengakuan dari sahabatnya itu, Rasulullah SAW kemudian menjawab, "Ya,
memang dengan itu:' Terobati sudah keheranan beliau terhadap sahabatnya yang
meraih kemuliaan yang begitu tinggi itu. Kemuliaan yang tak semua orang bisa
meraihnya. Suara terompah Bilal didengarnya di surga, meski dia masih hidup di
dunia.
Selidik
punya selidik, ternyata yang menyebabkan sahabatnya itu meraih kemuliaan begitu
tinggi bukanlah amal besar, seperti menginfakkan seluruh harta, berkorban jiwa
demi tegaknya agama, atau amal besar sejenis lainnya. Sederhana ternyata
amalnya, yaitu melazimkan berwudhu, kemudian memperbarui wudhu ketika batal dan
usai berwudhu menunaikan salat Sunnah. Itulah amal yang dia tunaikan yang
membawanya meraih surga.
Apa yang
diraih Bilal pada kisah di atas menyadarkan kepada kita: jangan pernah
menganggap remeh sebuah amal. Sebab, terkadang suatu amal dalam pandangan kita
sederhana dan ringan, namun ternyata istimewa dalam pandangan Allah SWT·
Pelajaran penting lainya, suatu amal, meski sederhana dan ringan, tetapi ketika
dilanggengkan, dia bisa menjadi amal istimewa yang bisa mengantarkan pelakunya
meraih derajat yang tinggi di sisi Allah SWT seperti yang diraih oleh Bilal.
Apa yang
dilakukan Bilal itu sesungguhnya pengamalan dari Hadits Rasullullah SAW· Dari
Aisyah RA, Nabi SAW bersabda, "Amalan
yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah
amalan yang kontinyu (langgeng) walaupun itu sedikit."'Al-Qomah
juga pernah bertanya pada Ummul Mukminin 'Aisyah RA, "Wahai Ummul
Mukminin, bagaimanakah Rasulullah SAW beramal?
Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?" Aisyah
menjawab, "Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang rutin dilakukan. Siapa
saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau lakukan:'
SOSOK YANG
LAYAK DITELADANI
Bilal bin
Rabah sosok manusia yang layak diteladani.Meski dia tidak bernasab bangsawan,
bukan pula dari kalangan hartawan, juga bukan sosok yang rupawan. Tetapi
melihat perjalanan hidupnya yang dipenuhi dengan nilai ketakwaan kepada Allah
SWT patut dia menjadi figur ikutan bagi orang beriman sepanjang zaman. Seperti
itulah parameter yang mesti digunakan orang beriman dalam menilai diri
seseorang.
Tentu
parameter penilaian orang beriman sangat bertolak belakang dengan paham
materialisme yang kini dianut banyak orang. Menurut paham ini, nilai seseorang
dilihat dari aspek materi yang tampak oleh pandangan mata. Jika seorang itu
berlimpah materi, bernasab bangsawan, ditambah lagi rupawan,dia dinilai sebagai
orang mulia, sehingga layak menjadi figur yang diikuti dan diidolakan.
Sungguh
berbeda cara penilaian para penganut materialisme dengan orang beriman. Jika
para penganut materialisme menilai seseorang berdasarkan akal dan hawa nafsu.
Sedang orang beriman menilai seseorang berdasarkan petunjuk-Nya.
': ..
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang
yang paling takwa di antara kamu ..." (Al-Hujuraat
(49] : 13).
Bilal
merupakan sosok yang istimewa di hati orang beriman. Karya kesalehan yang telah
dia ukir sepanjang usianya setelah berislam patut menjadi spirit bagi orang
beriman, untuk berkarya demi tegaknya Islam. Begitu pula model amal saleh yang
telah dia tunaikan hingga membawanya pada derajat kemuliaan yang tinggi patut
diikuti.
SPIRIT
MELANGGENGKAN AMAL
Orang
beriman baru saja meninggalkan Ramadhan. Selama Ramadhan orang beriman begitu
ringan beribadah kepada Allah SWT. intensif berinteraksi dengan al-Qur'an,
berbagi kepada sesama,dan banyak melakukan amal kebaikan lainnya. Bahkan
amal-amal itu telah menjadi kebiasaan sepanjang bulan Ramadhan. Namun, kini Ramadhan
telah berlalu, maka tantangan bagi kita berikutnya adalah bagaimana amal ibadah
yang telah kita biasakan selama Ramadhan itu dapat kita langgengkan di bulan
setelahnya.
Kisah
Bilalbin Rabbah tersebut patut menjadi spirit bagi kita untuk melanggengkan
amal sekecil apa pun.Dengan jalan itu, kita berharap meraih surga-Nya,
sebagaimana Bilal telah meraihnya. Melanggengkan suatu amal bukanlah perkara
ringan. Lebih-lebih di zaman sekarang, saat arus kemaksiatan begitu
dahsyat.Dan, orang juga kurang peduli untuk mengamalkan ajaran agamanya,
sehingga untuk bisa melanggengkan amal-amal ketaatan itu perlu mujahadah dari
setiap diri.
Dengan
memohon pertolongan Allah SWT kita berharap dapat melanggengkan amal ketaatan
itu. Betapa besarnya keutamaan yang akan diraih oleh seorang hamba bila ia
dapat langgeng dalam iman dan ibadah kepada-Nya.
"Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan:'Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, ntaka malaikat akan turun kepada mereka dengan
mengatakan: 'fanganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah
mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah Kepadamu”' (Fussilat
(41]: 30).
Dan suatu
amalan, meskipun ia sederhana dan ringan, bila dilanggengkan, akan membuat
amalan tersebut tetap ada dan juga akan mendatangkan pahala yang besar dari
Allah SWT. An-Nawawi mengatakan, "Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit
namun rutin dilakukan itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma
sesekali saja dilakukan.
Ingatlah,
amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, zikir,
pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan
membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Khaliq .Amalan sedikit yang rutin
dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan
dengan amalan yang sedikit, namun sesekali saja dilakukan:' dengan berlalunya
sang waktu, kita masih istiqamah melakukan amal kebaikan, seperti membaca
al-Qur'an, shalat berjamaah, shalat malam, bersedekah, dan lainnya.
Dan,
berharap tidak terkikis amal ketaatan yang pernah kita lakukan. Dengan demikian
kita menjadi hamba yang mulia di dunia dan di akhirat. Wallahu a'lamu bisshawab.
barang siapa
yang saling mengingatkan maka di buka kan pintu surga untuk nya amiiiin. tolong share
ya !!!!


Comments
Post a Comment