Belajarlah dari Burung

Al-Qur'an merupakan kitab suci yang di dalamnya banyak mengandung kisah dan pelajaran (ibrah) yang sangat berharga. Kisah atau kejadian itu merupakan salah satu uslub (cara) dalam mendidik umat manusia.

Di antara pelajaran yang bisa diambil dari Al-Qur'an yaitu berhubungan dengan burung. Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT) beberapa kali menyebut dan men­ceritakan hewan ini dalam berbagai peristiwa. Dan dari peristiwa atau apa yang dilakukan oleh hewan ini telah menginspi­rasi manusia untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Di bawah ini terdapat be­berapa kisah atau pelajaran dari burung yang dapat kita ambil: 

1. Berkaitan dengan seekor burung gagak yang menggali tanah untuk memper­lihatkan kepada Qabil bagaimana se­harusnya menguburkan mayat saudaranya. Setelah membunuh saudaranya, Qabil membawa mayatnya kemana­-mana karena tidak tahu apa yang barus dilakukannya.
Sampai kemudian Allah swt mengirimkan dua ekor burung gagak yang berkelahi. Salah satunya mati,dan yang hidup menggali tanah dengan cakarnya untuk menguburkan bangkai burung yang dibunuhnya.
Ini dijelaskan dalam Surat Al-Ma'idah [5] ayat 31. Setelah Qabil melihat burung gagak menguburkan kawannya, ia pun menggali kubur bagi saudaranya dan menutupinya dengan tanah. berikut isi ayat nya :
فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ

“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.”

2. Berkaitan dengan penemuan pesawat terbang yang terinspirasi oleh burung sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl [16] ayat 79. 

أَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرَاتٍ فِي جَوِّ السَّمَاءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ۗ إِنَّ فِي 

ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. "

Penelitian terhadap burung me­ngungkapkan bahwa ia dirancang khu­sus untuk terbang. Tubuhnya dicipta­kan dengan kantung udara dan tulang berongga untuk mengurangi massa tubuh dan berat keseluruhan. Sifat cai­ran kotorannya memastikan agar kele­bihan air dalam tubuhnya dibuang. Bulu-bulunya berbobot sangat ringan bila dibandingkan dengan volumenya. Bulu-bulu dengan atribut-atributnya yaitu menahan mereka di udara. Sedang sayap aerodinamis dan metabolisme merespon kebutuhan energinya.

Sifat­ -sifat ini adalah beberapa bukti bahwa burung adalah desain produk yang bisa dicontoh. Kemudian instrumen tersebut dipakai para ilmuwan untuk membuat pesawat. Mereka meniru kesimbangan bobot dan tenaga pendorong yang di­gunakan burung dan memperhatikan sistem aerodinamisnya. Sehingga dengan percobaan bertahun-tahun, akhirnya ditemukan kendaraan yang mirip burung.

3. Di antara kisah dan kejadian unik tentang burung yang ditayangkan al­-Qur'an adalah kisah burung hud-hud dengan Nabi Sulaiman 'Alaihi salam. Burung ini telah melakukan kerja pengintaian terhadap aktivitas suatu kaum yang kemudian ditiru dalam aktivitas spionase dewasa ini. Kerja burung ini dijelaskan dalam surat An­ Naml [27] ayat 22 dan 23. 
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ
"Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini."(22)

إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

 "Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar."(23.)
Deretan ayat di atas menjelaskan kekuasaan Allah Swt melalui burung. Peristiwa tersebut memberikan kesadaran dan dorongan bagi manusia untuk menda­patkan pelajaran yang berharga. Terbukti, rahasia keajaiban burung itu kcmudian  dikuak oleh berbagai penelilian modern dengan akurasi yang benar. Lalu, hasil penelitian itu disebut ilmu pengetahuan. lni membuktikan bahwa apa yang diung­kap oleh al -Qur'an dipastikan ada rahasia di balik pengungkapan itu. semoga kita semakin mau belajar dari alam dan mengamalkan isi alquran amiiin( berbagai sumber)

Comments

Popular posts from this blog