7 Resep Al-Qur'an yang harus kita pelajari

Ada perbedaan mendasar antara tarajji (mengharap) dengan tamanni (berangan­) Dalam ilmu bahasa Arab, raja' menggunakan kata la'alla (semoga), sedangkan tamanni menggunakan kata lain"(Seandainya, berandai-andai). Raja' disertai kerja keras, aktif, dan dinamis, sedangkan tamanni bermakna pasif dan fatalis. Ahli kitab dikenal sebagai orang yang tidak takut dengan neraka. Mereka selalu berangan-angan masuk surga tanpa membawa tiket iman dan amal saleh.

Allah SWT berfirman: 

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا

"(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan­-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan­-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan atas kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) mendapat penolong selain dari Allah."(An Nisa [4 : 123)

Orang-orang yang memiliki raja' akan bertawakal kepada Allah SWT dengan bekerja keras dan berusaha. Sedangkan orang yang berangan-angan hanya ber-ittikal (menyandarkan keajaiban dari langit), tanpa dibarengi dengan ikhtiar. 

HARAPAN MELAHIRKAN KEKUATAN 
Ada yang berpendapat raja' adalah maqam ubudiyah paling rendah. Alasannya, raja' mengabdi dengan disertai harapan tertentu di balik mujahadah dan riyadhah-nya. Namun, tetap saja raja' begitu mulia.Seseorang yang ingin disembuhkan dari penyakit, atau  ingin dipenuhi hajatnya, maka ia berjanji di hadapan Allah SWT untuk berpuasa selama tiga hari berturut-turut (puasa nazar). 

Bahkan, dengan harapan itu, akan lahir kekuatan jiwa.Harapan itulah yang dititipkan AllahSWT kepada makhluk  ciptaan-Nya bernama manusia.Dengan harapan itu, seseorang akan berani menghalau kesulitan, mengantisipasi tantangan, membangun obsesi dan impian, menikmati kesulitan dan penderitaan, menunda kenikmatan sesaat menuju kenikmatan yang bersifat permanen. Bukankah semua itu hal mulia?

lbnu Khaldun pernah berkata, "Dengan raja', seorang guru akan sabar mendidik muridnya, seorang ibu akan teguh memandu putranya, petani akan sabar menunggu masa panennya, atlet akan mampu menahan ujian untuk menunggu momentum kemenangannya, seorang mukmin tidak akan kehilangan energi untuk terus beramal dan menghindari kemaksiatan.
 
Mustahil kita dapat menuju surga yang dikelilingi segala kesulitan dan menghindari neraka yang dikelilingi  segala kesenangan, tanpa memiliki harapan. Hal ini dicontohkan Ali dan Fatimah, keluarga Rasulullah SAW yang amat sederhana namun dijamin masuk surga oleh Allah SWT.Bersusah payah mereka berdua memberi makan (ith'amuth thotun) orang-orang miskin, fakir, dan tawanan, dengan berharap balasan pahala dari Allah SWT. lni semua mereka lakukan karena mereka memiliki harapan yang besar.

RESEP MEMBANGUN HARAPAN 
Berikut beberapa resep membangun harapan.Dengan harapan tersebut seseorang setidaknya akan memiliki semangat untuk mengejar impian dan bertahan untuk mencapai puncak kesuksesan.

1. Bertaubat, beramal saleh, dan tidak menyekutukan Allah SWT 
Dalam al-Qur'an surat AI-Furqan [25J ayat 68 hingga 70, Allah SWT mengingatkan kepada manusia bahwa "barangsiapa berbuat kejahatan akan mendapat azab yang hina pada hari Kiamat, kecuali bila mereka bertaubat,  beriman kepada Allah SWT, dan segera mengerjakan amal kebajikan. Kejahatan mereka, kata Allah SWT, akan diganti dengan kebajikan. Pada surat yang lain, AI-Kahli [18J ayat 110, Allah SWT mengatakan bahwa barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan jangan mempersekutukan Allah SWT dengan yang  lain.

2, Bertakwa kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman: 
"... barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberinya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka ..." (Ath-Thalaq [65J:2-3)

3, Beriman, berhijrah, dan berjihad.
Dalam al-Qur'an surat Al-Baqarah [2] ayat 218, Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang yang mengharap rahmat dari-Nya adalah orang-orang yang beriman,berhijrah, kemudian berjihad di jalan Allah SWT,

4, Yakin rahmat Allah sangat luas
Allah SWT berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah,"Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Az-Zumar [39]: 53) 

5, Membaca al-Qur'an, menegakkan shalat, gemar berinfak,
Sesungguhnya, kata Allah SWT dalam al-Qur'an surat Fathir [35] ayat 29, orang-orang yang selalu membaca kitab,  kemudian mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang ia peroleh, akan mendapat anugerah dari-Nya.
6, Meyakini kesulitan lebih sedikit dibandingkan kemudahan, 
Perhatikan firman Allah SWT dalam al-Qur'an berikut:"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Al-lnsyirah [94]: 5-6)
Dalam dua ayat ini Allah SWT menggunakan isim ma'rifat untuk kata kesulitan (al-'usri) dan isim nakirah (yusr) untuk kata kemudahan. Berarti, kesulitan itu hanya  tertentu saja, sedangkan kemudahan tidak terbatas.

7, Selalu berzikir dalam kondisi bagaimanapun
Seseorang yang selalu mengingat-Nya akan selalu ditemani oleh-Nya. la akan memperoleh penjagaan (tahaJuzhat),pembentengan (tahashunat), dan perlindungan (ta'awuzhat) dari-Nya. Allah SWT berfirman: "Maka kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampat hari berbangkit" (Ash-Shoffat [37]: 143-144).


Demikian lah 7 resep nya yang harus kita amalkan semoga bermanfaat dan tolong di share supaya semakin banyak yang mendapat amalan ini, dan dimana ada yang kurang atau ada yang salah boleh di komen di kolom komentar di bawah. 
Wallahu A'lam bish-Shawab (berbagai sumber)

Comments

Popular posts from this blog