Inilah 5 Bentuk Amalan Sebagai Perisai dari Api Neraka
Di dalam Al-Qur' an bertebaran ayat-ayat yang
menggambarkan kedahsyatan neraka, juga
peringatan Allah SWT agar kita menjauhi amal-amal
perbuatan yang bisa menjebloskan ke dalamnya. Demikian pula Rasulullah
SAW dalam sabda-sabdanya. Tentu saja, Allah SWT dan Rasul-Nya tidak
hanya menebar ancaman dan ketakutan. Tetapi, sekaligus menghadirkan solusi
untuk menentramkan hati kaum beriman.
Berikut adalah sebagian dari solusi yang
akan menghindarkan kita dari api neraka, sebagaimana dinyatakan
dalam al-Qur'an dan Sunnah yang shahih
1. Mahabbatullah
Mahabbatullah adalah cinta yang disambut cinta,bukan cinta yang bertepuk
sebelah tangan. Yakni ketika seorang hamba mencintai Allah Ta'ala, dan
Allah Ta'ala pun mencintainya. Mahabbatullah merupakan salah
satu penyelamat dari api neraka. Anas bin Malik menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW
bersama serombongan Sahabat mengendarai kuda melewati jalanan Madinah,
sementara ada seorang bocah kecil yang berada di tengah badan jalan.
Ketika melihat rombongan Rasulullah SAW mendekat,spontan ibu si bocah
berseru, "Anakku! Anakku!" la pun berlari dan segera menggendongnya.
Melihat pemandangan itu, para Sahabat berkata,"Wahai Rasulullah,
wanita itu tidak akan mungkin melemparkan anaknya ke
dalam api!"Lalu Rasulullah SAW membalas, "Begitu
juga Allah, tidak akan melemparkan kekasihnya ke dalam api neraka!" (Riwayat
Hakim dan Ahmad)
2. Banyak Berpuasa
Berpuasa ternyata bisa menjadi benteng dari api neraka, khususnya puasa
yang dilakukan bukan karena tidak ada makanan yang bisa dikonsumsi, bukan
pula karena tidak memiliki hasrat kepada pasangannya, melainkan puasa yang
diniatkan karena Allah SWT. yang dijalankan meski di saat
sendirian maupun di hadapan orang lain.
Puasa yang demikian memiliki kedudukan istimewa di hadapan Allah.
Allah SWT berfirman, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah
SAW dalam Hadits Qudsi, "Puasa adalah perisai. Dengan puasa
seorang hamba bisa melindungi dirinya dari api neraka. Puasa
adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang membalasnya." (Riwayat Ahmad)
Bahkan, bila seseorang berpuasa tatkala berjihad di jalan
Allah Ta'ala, maka balasannya sungguh berlipat ganda. Rasulullah
SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan
Allah(fi sabilillah), niscaya Allah menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh
(perjalanan)70 tahun." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
3.Merasa Takut kepada Allah
Rasulullah SAW menunjukkan bahwa perasaan takut kepada
Allah SWT (Khasy-yatullah) adalah pelindung dari api
neraka. Perasaan ini akan membimbing seseorang untuk beramal saleh
sekaligus menahan diri dari dosa dan maksiat. Kondisi inilah
yang membentengi dirinya dari api neraka.
Beliau bersabda, "Seseorang
yang menangis karena takut kepada Allah ~ tidak akan masuk neraka
sampai air susu (yang sudah diperah) bisa kembali ke dalam
payudaranya." (Riwayat Tirmidzi dan Nasai dari Abu Hurairah)
4.Berdebu di Jalan
Allah SWT
Ketika seseorang turun ke
gelanggang jihad dengan segenap jiwa raganya, lalu debu-debu fisabilillah menyentuh tubuhnya, maka kelak debu-debu itu akan berubah
menjadi selubung kokoh yang melindunginya dari sentuhan api neraka. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak mungkin dua tapak kaki
seorang hamba berdebu di jalan Allah SWT. lalu ia disentuh oleh
api neraka." (Riwayat Bukhari)
Dikisahkan bahwa ada seorang Sahabat Rasulullah
SAW yang berjumpa dengan saudaranya yang tengah berjalan sembari menuntun
seekor kuda. Melihat pemandangan yang sedikit janggal ini, ia bertanya,
"Mengapa engkau tidak menaikinya, semoga Allah
SWT membuatmu nyaman?" Saudaranya itu menjawab, "Sesungguhnya Rasulullah
SAW bersabda, 'Barangsiapa yang kedua tapak kakinya berdebu di jalan
Allah, niscaya Allah mengharamkannya dari api neraka'." (Riwayat
Darimi)
Allah SWT pernah menggambarkan sifat-sifat
hamba-Nya dalam surah al-Furqan [25] ayat ke-63 sampai 77, sekaligus
karunia yang telah dipersiapkan-Nya bagi mereka. Di antara sifat itu
adalah selalu memohon perlindungan dari azab neraka.
Al-Qur'an juga mengajari kita sebuah doa singkat yang merangkum seluruh kebaikan sekaligus menolak segenap keburukan, yakni:
Al-Qur'an juga mengajari kita sebuah doa singkat yang merangkum seluruh kebaikan sekaligus menolak segenap keburukan, yakni:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ....
"..... Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di
dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari
siksa neraka." (Al-Baqarah [2]:
201)
Kita mungkin menyangka ini hanya doa biasa.
Namun, Rasulullah SAW justru mengingatkan kita tentang Hadits
tersebut, dalam sabdanya, "Barangsiapa meminta surga kepada
Allah sebanyak tiga kali, niscaya surga berkata, 'Ya Allah, masukkan dia ke
surga!' Dan barangsiapa yang memohon perlindungan dari api neraka
sebanyak tiga kali, niscaya neraka berkata, 'Ya Allah, lindungi dia
dari api neraka!',"(Riwayat Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah,
Ibnu Hibban, dan Ahmad)Jadi, tunggu apa lagi? Amalkan Hadits itu sekarang
juga!
Dalam sebuah Hadits Qudsi juga diterangkan bagaimana para malaikat
berkeliling mencari majelis-majelis zikir. Allah SWT kemudian
menanyai mereka dan Dia lebih tahu kondisi hamba-hamba-Nya-tentang kegiatan di
majelis-majelis itu.
Allah SWT bertanya, "Mereka mohon perlindungan
dari apa?" Para malaikat menjawab, "Dari
api neraka." Allah SWT bertanya lagi, "Apakah
mereka sudah pernah melihatnya?" Para malaikat menjawab,
"Tidak, demi Allah SWT wahai Tuhan kami, mereka belum
melihatnya." Allah SWT bertanya lagi, "Bagaimana
jika mereka sudah melihatnya?" Para malaikat menjawab, "Andai
mereka melihatnya,mereka pasti lebih hebat lagi (upayanya) untuk
berlari menjauh darinya dan lebih hebat lagi rasa
takutnya." Lalu, Allah SWT berfirman, "Aku
persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni
mereka." (Riwayat Bukharidan Muslim dari Abu Hurairah)
KUNCINYA TADABBUR
Kalau bukan karena iman dan karunia Allah SWT, kita tidak akan mempercayai keberadaannya. Selalu ada kesukaran tersendiri untuk mencerna hal-hal yang tidak bisa dihadirkan wujud fisik-materialnya.Oleh karenanya, diperlukan upaya cukup ekstra untuk
"memahamkan" jiwa kita terhadap hakikatnya. Bagaimana Rasulullah SAW dan generasi Salaf melatih jiwanya?
Kuncinya ternyata adalah dengan mentadabburi ayat-ayat tentang neraka. Para Sahabat merekam keadaan shalat dan bacaan beliau dengan sangat cermat. Di antara yang mereka ceritakan adalah bagaimana beliau selalu berhenti pada ayat-ayat azab, lalu memohon perlindungan dari-Nya. Beliau juga berhenti pada ayat-ayat rahmat, lalu memohon diberi karunia dari-Nya.
Bahkan, sedemikian hebatnya tadabbur beliau terhadap ayat-ayat azab, sarnpai-sampai mempengaruhi fisik beliau.
Suatu kali, Abu Bakar berkata, 'Wahai Rasulullah, Anda telah beruban!" Beliau membalas, 'Yang membuatku beruban adalah surah Hud, al-Waqi'ah, al-Mursalat, 'Amma yatasa-alun, dan Idzas-syamsu kuwwirat'." (Riwayat Tirmidzi dari lbnu Abbas)
Pada generasi selanjutnya, kita bisa mendapati sangat banyak kisah yang merekam kuatnya tadabbur mereka terhadap ayat-ayat tentang neraka. Bagaimana dengan kita?Wallahu a'lam bish Shawab.
Kalau bukan karena iman dan karunia Allah SWT, kita tidak akan mempercayai keberadaannya. Selalu ada kesukaran tersendiri untuk mencerna hal-hal yang tidak bisa dihadirkan wujud fisik-materialnya.Oleh karenanya, diperlukan upaya cukup ekstra untuk
"memahamkan" jiwa kita terhadap hakikatnya. Bagaimana Rasulullah SAW dan generasi Salaf melatih jiwanya?
Kuncinya ternyata adalah dengan mentadabburi ayat-ayat tentang neraka. Para Sahabat merekam keadaan shalat dan bacaan beliau dengan sangat cermat. Di antara yang mereka ceritakan adalah bagaimana beliau selalu berhenti pada ayat-ayat azab, lalu memohon perlindungan dari-Nya. Beliau juga berhenti pada ayat-ayat rahmat, lalu memohon diberi karunia dari-Nya.
Bahkan, sedemikian hebatnya tadabbur beliau terhadap ayat-ayat azab, sarnpai-sampai mempengaruhi fisik beliau.
Suatu kali, Abu Bakar berkata, 'Wahai Rasulullah, Anda telah beruban!" Beliau membalas, 'Yang membuatku beruban adalah surah Hud, al-Waqi'ah, al-Mursalat, 'Amma yatasa-alun, dan Idzas-syamsu kuwwirat'." (Riwayat Tirmidzi dari lbnu Abbas)
Pada generasi selanjutnya, kita bisa mendapati sangat banyak kisah yang merekam kuatnya tadabbur mereka terhadap ayat-ayat tentang neraka. Bagaimana dengan kita?Wallahu a'lam bish Shawab.
SEMOGA KITA SEMUA DIJAUHKAN DARI SIKSA API NERAKA AMIIIIIIN YA RABB
sumber :(Alquran dan berbagai sumber)
sumber :(Alquran dan berbagai sumber)






Comments
Post a Comment