Tips Menjadi Orang Kuat Ala Rasulullah SAW

Kekuatan selalu kita ukur secara fisik.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bukan menolak ukuran yang bersifat fisik, tapi ada dimensi lain yang sering dilupakan sebagian manusia, yaitu dimensi "rasa". Justru pada dimensi itulah terletak keberadaan manusia yang sebenamya.


Orang yang kuat, menurut Rasulullah adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya saat hatinya bergejolak marah. Pada saat seperti itu. ia mampu menahannya dengan kesabarannya dan mengalahkannya dengan ke­ teguhan hatinya. Ia tidak membiarkan jiwanya terlepas liar bersama dengan letupan bunga api kemarahannya, yang kemudian dengan seenaknya mengeluarkan caci maki, kata-kata murka, dan omongan kotor lainnya. ia tetap dapat mengendalikan kata·kata yang keluar dari mulutnya agar tetap normal, rasional, dan proporsional. 

Marah adalah watak yang tersembunyi pada diri setiap manusia yang sewaktu-waktu dapat terpancing oleh allergen (pemicu alergi) yang selalu ada di sekitar kita. Orang yang sehat hatinya tidak mudah terpengaruh oleh pemicu tersebut. akan tetapi bagj orang yang sudah terjangkiti penyakit "asma", pemicu di sekitamya dapat mengubahnya menjadi sesak nafas, bahkan ter­sumbat saluran pernafasannya. Begitulah gambaran orang yang tidak dapat mengendalikan nafsu marah-nya. Ia mudah tersulut,terprovokasi, dan terpancing oleh hal-hal yang semestinya tidak perlu sampai membangkitkan amarahnya.

Kita harus mampu memblokir semua jalan keinginan nafsu yang menghancurkan itu. Kita harus membentuk tentara yang kuat dan perkasa untuk mengendalikan nafsu yang menjatuhkan kehormatan diri dan kemanusiaan kita. 

Betapa banyak orang yang jatuh kehormatannya hanya gara-gara tidak mampu menahan marahnya? Seorang akademisi tak lagi bicara ilmiah jika sedang marah. Seorang ustadz tak 1agi berkata santun saat marah. Seorang ibu tak lagi berkata lembut kepada anaknya saat marah. Seorang ayah berkata dengan tindakan kasamya saat marah. Seorang pejabat berkata dengan menggebrak mejanya saat marah. Seorang istri menangis histeris saat marah. tidak ada yang rasional, tidak ada yang proporsional, dan tidak ada yang normal saat orang tak mampu menahan marahnya.

Apalagi jika kemarahan itu sudah bercampur aduk dengan dendam, sak.it hati, dan perasaan terhina. Kolaborasi penyakit hati ini bisa membuncah menjadi bola api besar yang membakar apa saja yang ada di depannya. Pada mu­lanya hanya kata-kata kotor, kasar, dan menyakitkan yang keluar dari mulutnya. Tak puas dengan sekadar berkata-kata, ia lampiaskan kemarahannya dengan perbuatan dan tindakan. Tak cukup dengan mencaci dan menghina, tangannya kini mulai bergemeretak, lalu memukul, menendang. melempar, bahkan membunuh, na'udzubillah. 

"orang yang kuat itu bukan orang yang (tak terkalahkan) saat berkelahi, akan tetapi orang yang kuat adalah mereka yang dapat mengendalikan dirinya pada saat emosi. " (Riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Daud) 

Tak salah jika Rasulullah mendefinisikan orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan marahnya. Me­nahan kemarahan itu membutuhkan kekuatan yang besar, lebih besar dari letupan kemarahannya. Untuk menahan naf­su marah, dibutuhkan tentara yang perkasa, lebih perkasa dari tentara yang terlatih dan terbiasa dengan membiarkan kemarahannya. 

itulah tips dari saya semoga dengan kita amalkan kita benar2 menjadi manusia paling kuat di dunia amiiiin 






Comments

Popular posts from this blog