inilah Kunci Segala Kenikmatan yang harus kita tahu!

"Dari Abdullah bin 'Amr ia berkata, "Rasulullah ~ bersabda, "Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberikecukupan, dan Allah menjadikannya orang yang ridha terhadap apa yang diberikan kepadanya." ( riwayat muslim)

MUQAODIMAH
Keberuntungan acap kali diidentikkan dengan harta.Semakin melimpah harta semakin beruntunglah orang tersebut. Sebaliknya, orang yang hidup pas-pasan, kekurangan, serta merta dianggap sebagai orang yang kurang beruntung.

Cara pandang tersebut tidak saja keliru, tapi juga sangat berbahaya. Letak bahayanya karena bertentangan dengan cara pandang yang diajarkan oleh Rasulullah SAW Kita meyakini segala hal yang menyelisihi tuntutan Rasulullah SAW akan menjerumuskan pada situasi yang membahayakan baik di dunia maupun di akhirat.

ISLAM KUNCI SEGALA NIKMAT
Nabi SAW tidak saja mengajarkan bagaimana menjalankan ibadah ritual. Nabi SAW juga intens menanamkan paradigma dan pola berpikir yang benar. Pola berpikir yang diajarkan Nabi SAW sangat kita rindukan. Apalagi belakangan ini cara pandang materialistik begitu massif beredar di sekitar kita.
Dalam Hadits di atas, Nabi SAW mengajarkan kita cara pandang yang benar tentang keberuntungan. Beliau  menyebutkan kunci sekaligus ukuran. orang yang beruntung. Dalam persfektif Nabi SAW ukuran beruntung itu adalah orang Islam yang bersifat qana'ah (rasa cukup ).


Pasalnya, pemilik sifat tersebut akan terpenuhi harapannya di dunia dan di akhirat. Ibnu Hajarberkata,
"Makna Hadits (di atas), bahwa siapa yang memiliki karakter tersebut maka akan tercapai tujuannya, terpenuhi keinginannya di dunia dan di akhirat:'(Fathul Bari, 11/275). Tujuan yang dimaksud tak lain adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Kunci meraih keberuntungan yang pertama adalah Islam. Inilah asas keberuntungan. Sebab, tujuan utama hidup kita adalah bahagia di akhirat. Tidak mungkin bahagia di akhirat kecuali melalui jalan Islam. Secara tegas Allah SWT menyebutkan orang yang menghadap dengan agama selain Islam adalah orang yang merugi. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi:' (Ali Imaran [3] : 85).
Itu berarti, semakin sempurna keislaman seseorang semakin terbuka peluangnya untuk menjadi orang beruntung.

ISLAM MURNI BUKAN ISLAM NUSANTARA
Jika kita serius ingin meraih keberuntungan, pengamalan kita terhadap Islam harus semakin kaffah. Untuk sampai pada level itu kita mesti memodali diri dengan pemahaman Islam yang benar. Caranya, mempelajari Islam dari sumber aslinya dengan pemahaman salafussaleh melalui penjelasan dan bimbingan ulama yang mengikuti mereka.

Pemahaman yang benar tentang Islam inilah yang akan memandu kita dalam beramal. Sehingga Allah SWT menilai setiap amalan kita sebagai amalan saleh. Sebab amalan itu saleh bukan karena penilain manusia. Allah SWT yang menilai setiap amalan kita sesuai dengan kriteria yang telah la tetapkan yaitu ikhlas dan mutaba'ah (mengikuti tuntunan Rasulullah SAW).
Amal saleh yang dilakukan secara istiqamah akan mendatangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Allah  berfirman,
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan:' (An-Nahl [16): 97).
Memahami Islam tidak dari sumber aslinya atau tanpa bimbingan ulama akan menjauhkan kita dari amal saleh. Bahkan cara memahami Islam seperti itu justru akan memicu penodaan terhadap Islam. Tampilan Islam akan buram karena mengalami modifikasi dengan alasan untuk menyesuaikan budaya nusantara.

REZEKI YANG CUKUP
Bukan saja manusia, hewan sekalipun mendapat jaminan rezeki dari Allah SWT Selama ajal belum tiba, jatah rezeki pasti masih tersedia. Bahkan di antara manusia ada yang mendapat bagian rezeki yang sangat melimpah. Namun, rezeki yang melimpah bukan jaminan orang tersebut merasa tercukupi. Karenanya, hamba yang istimewa bukan hamba yang melimpah rezekinya tapi hamba yang dikaruniai dengan kafaf atau kecukupan.

Tak jarang seorang memperoleh rezeki yang melimpah, tapi selalu merasa kekurangan. Alhasil, ketenangan jiwa tak kunjung hadir. Lain halnya jika perasaan tercukupi yang Allah SWT berikan, jumlah yang sedikit akan menenangkan dan menentramkan. Jadi, yang kita butuhkan adalah perasaan tercukupi dengan apa yang Allah SWT berikan. Karenanya, dalam Hadits di atas Rasulullah SAW tidak mengatakan rezeki yang banyak, tapi yang mencukupi.

Almubarakfuri berkata, "Kafafan'; apa yang mencukupi kebutuhannya dan menghindarkannya dari krisis:' (Tuhfatul Ahwadzi, 4/508}.

MERDEKA DARI SIFAT AMBISI
Pertarungan antara iblis dengan anak cucu Adam akan terus berlanjut. Setiap langkah kebaikan yang direncanakan pasti akan dihalau dan dihentikannya. Ketika gagal dalam menghambat kita untuk mencapai pemahaman Islam yang benar, maka setan akan menggoda dengan cara lain. Salah satu bentuk godaannya dengan menanamkan ambisi dunia yang kerap menyilaukan mata kita, sehingga abai terhadap halal dan haram. Asal keuntungannya besar, urusan halal-haram tak lagi jadi pertimbangan. Kendali dalam bertindak bukan lagi iman dan ilmu, tapi hawa nafsu dan ambisi.

Di sinilah pentingnya sifat qana'ah. Dengan qana'ah  ambisi dunia bisa diredam. Pada saat itulah seseorang akan merasakan kekayaan yang sesungguhnya. Rasulullah~ bersabda, "Ridhalah dengan apa yang Allah bagikan untukmu, maka engkau akan menjadi manusia yang terkaya: (Riwayat At-Tirmidzi}.

Saad bin Abi Waqqash berpesan, "Wahai anakku, apabila engkau meminta kecukupan, carilah dalam qana'ah. Sesungguhnya ia adalah harta yang tak akan habis. Dan waspadalah engkau dari sifat tamak karena hal itu adalah kefakiran yang nyata.(Al-Mustahtraf hal. 19).

SYUKUR MENGAWAL NIKMAT
Nikmat Islam adalah nikmat yang tak tertandingi nilainya oleh nikmat apapun. Melalui Islam kita mengetahui jalan menuju surga. Melalui Islam kita bisa mempertahankan kemuliaan kita sebagai manusia yang tercipta dalam sebaik-baik bentuk. Tanpa Islam, pasti kita akan salah memilih jalan. Status sebagai makhluk mulia akan tergerus sehingga kita terhempas dalam kehinaan.


baca juga meluruskan niat

Orang yang merasakan keistimewaan nikmat Islam pasti akan bersungguh-sungguh menjaganya. Men­jaga dari segala bentuk penodaan dari pihak yang memusuhinya. Inilah tugas utama kita sebagai seorang Muslim.(wallahua’lam bi shawaf)

Comments

Popular posts from this blog