Awas Bahaya Syirik, Inilah Cara Menghindari nya

Kesyirikan telah menyebar di mana-mana bagaikan  jamur di musim hujan, mulai dari desa sampai ke kota.

Kesyirikan merebak di sekitar kita dengan macam dan sampul yang berbeda.Namun hakikatnya adalah satu,yaitu mempersekutukan Allah Swt. dalam ibadah, dan rububi yah-Nya. Mulai dari praktek ngalap (mencari) berkah dari pohon, benda-benda “bertuah”, keris, mencari rejeki dari jin di Gunung, mendatangi dukun (seperti Ponari), penampakan makhluk halus, menggunakan jimat atau rajah rajah, percaya kepada tathoyyur (primbon), praktek horoskop (ramal nasib),pengajaran ilmu kekebalan atau kebatinan, istighotsah akbar (meminta pertolongan di kala susah) kepada Syaikh Abdul Qadir Jailaniy, sembelih hewan untuk Nyi Roro Kidul, lempar sesajen ke lautan, dan sederet bentuk ke syirikan lainnya.

Tragisnya lagi, kesyirikan kesyirikan  seperti ini  semakin  laris dan tersebar  di kalangan orang-orang jahil di kalangan kaum muslimin, akibat bantuan perusahaan pertelevisian dan media massa lainnya demi meraup dan menjarah keutamaan sebesar-besar nya, walapun harus merusak aqi-dah dan iman umat. Semua ini akan di pertanggung jawabkan oleh para pemilik perusahaan tersebut jika mereka tak segera bertaubat kepada Allah Swt. Demi Allah Swt, merusak AQIDAH dan IMAN orang bukanlah perkara ringan; mereka harus pertanggungjawabkan di Padang Mahsyar!!! Orang yang mempersekutukan Allah Swt dengan makhluk dalam hal beribadah, dengan artian selain ia ber ibadah –seperti, berdoa, dan meminta kepada Allah Swt, maka si musyrik juga beribadah kepada selain Allah Swt. Jika ia tetap musyrik, lalu ia mati di atas syirik, maka dosa syiriknya tak akan diampuni oleh Allah Swt.
Allah Swt berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang di kehendaki Nya. barangsiapa yang mem persekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. (QS.An-Nisaa’: 116).

Ahli Tafsir Negeri Yaman,  Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy  berkata Fathul Qodir (1/717),
“Tak ada khilaf di antara kaum muslimin bahwa seorang yang berbuat syirik, jika ia mati di atas kesyirikan, maka ia bukanlah termasuk orang berhak mendapatkan ampunan yang Allah Swt anugrahkan kepada orang yang tidak berbuat syirik sebagaimana yang dituntut oleh kehendak-Nya”.

Ayat ini menunjukkan betapa besar nya dosa syirik ini, hingga Allah Swt tidak mau mengampuninya. Padahal Allah Swt memiliki ampunan yang sangat luas, rahmat dan kasih sayang yang paling sempurna; amat mencintai hamba-hamba-Nya, melebihi cintanya seorang hamba kepada dirinya sendiri!! Sekalipun demikian, Allah Swt tidak akan mengampuni dosa pelaku ke syirikan. Kenapa? Karena mereka telah berbuat zholim kepada Allah Swt
I. Mereka tinggal di bumi Allah
I, mereka makan dari rizki Allah
I; mereka hidup dengan nikmat nikmat Allah Swt;
Semua fasilitas fasilitas yang mereka butuhkan, semua itu datang nya dari sisi  Allah Swt. Namun mereka tidak mau  beribadah hanya kepada Allah Swt semata. Mereka justru beribadah, bersyukur dan meminta kepada makhluk yang tidak memiliki men- ciptakan apapun, walaupun hanya seekor lalat.

Fenomena syirik yang merebak di sekitar kita, memaksa dan mengharuskan kita untuk takut kepada ke syirikan dengan segala bentuknya.Apa lagi terkadang syirik dipoles dengan teknologi, dilindungi oleh sebagian orang-orang yang lahiriahnya “baik”  dengan dalih “budaya”. Memang budaya,  tapi budaya syirik yang diharamkan  dalam agama Islam!! Bahkan di sebagian tempat, kesyirikan dilariskan oleh para kiyai pesantren sehingga  masyarakat banyak yang tertipu. Sebab mereka menganggap bahwa jika suatu perbuatan dilakukan oleh sang kiyai, maka tak mungkin salah. Padahal tidaklah demikian hal nya; Sang kiyai bukan nabi yang ma’shum (terjaga) dari kesalahan dan kekeliruan. Sangkaan mereka ter hadap sang kiyai ini adalah perangkap setan. 
Tersebarnya syubhat, dan perangkap-perangkap setan disekeliling  kita dalam  usaha menyesatkan kita dari tauhidullah (meng-esakan Allah Swt) adalah suatu perkara yang membuat kita perlu super hati-hati dalam menjaga tauhid kita; kita harus takut jangan sampai TAUHID kita hilang, berganti SYIRIK. Oleh karena itu, Ibrahim pernah berdo’a kepada Allah Swt agar di selamatkan dari menyembah dan meng ibadahi selain-Nya, 
Firman Allah Swt:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri Ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah Aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala”. (QS.Ibrahim : 35).

Al-Qodhi Sulaiman bin Abdillah At-Tamimiy  berkata;
“Ibrahim takut kepada kesyirikan dan beliau ber do’a kepada Allah agar beliau dan anak cucunya diselamatkan dari beribadah ke pada berhala. Jika Ibrahim saja memohon agar ia dan anak cucunya di jauhkan dari menyembah BERHALA  (yaitu, segala sesuatu yang disembah dari selain Allah Swt), maka bagaimana kira-kira persangkaanmu dengan orang selain beliau? Sebagaimana  kata Ibrahim At-Taimi, “Siapakah yang merasa lebih aman dari bala’ (yakni, syirik) daripada Ibrahim?” [HR. Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim].

Ini mengharuskan hati yang hidup untuk takut kepada kesyirikan. Bukan seperti yang dikatakan sebagian orang-orang jahil bahwa syirik tak akan terjadi pada umat ini. Karenanya mereka merasa aman dari syirik. Akhirnya, mereka pun terjerumus ke dalam syirik”. [Lihat Taisir Al-Aziz Al-Hamid (hal. 92), tahqiq Muhammad Aiman AsySyabrowiy, cet. Alam Al-Kutub,1419 H]
Betapa celakanya jika ada orang yang diharamkan untuk merasakan kenikmatan dan keindahan surga. Itulah pelaku kesyirikan; Allah Swt haramkan surga bagi mereka sebagai adzab (siksa) yang paling menghinakan disebabkan ke-syirikan mereka.
Allah Swt berfirman,
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun."(QS. AlMaidah :72).


Al-Allamah Ibnu Qoyyim  Al-Jau ziyyah ? berkata dalam Al-Jawab Al-Kafiy (hal.89), “Tatkala kesyirikan kepada Allah Swt meniadakan maksud (penciptaan) ini, maka syirik menjadi dosa besar yang paling besar secara mutlak. Allah Swt  telah mengharamkan surga bagi setiap pelaku syirik; Dia halalkan darah, harta, dan keluarganya bagi orang yang bertauhid; Allah halal kan orang bertauhid menjadikan mereka sebagai budaknya, karena mereka tidak melaksanakan tugas peribadahan kepada Allah  Swt. Allah I enggan untuk menerima amalan seorang yang berbuat syirik; enggan menerima sya fa’at atau menerima do’a mereka di akhirat; enggan menerima ma’af mereka”.
Allah Swt telah menghikayatkan di dalam Al-Qur’an tentang orang-orang yang diharamkan untuk merasakan kenikmatan di dalam surga
Firman Allah Swt :
وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ
“Dan penduduk neraka memanggil penduduk surga, tuangkanlah air kepada kami atau dari apa-apa yang Allah telah rezkikan kepada kalian. Penduduk surga berkata: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya bagi  orang-orang yang kafir”.(QS.Al-A’raf: 50 ).
Mengingat sedemikian gawatnya ma salah syirik, maka kita berharap mudah-mudahan Allah Swt  berkenan melindungi kita dari perbuatan syirik, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan mematikan kita di atas tauhid.

SYIRIK inilah yang pernah ditakutkan oleh Nabi kita, Muhammad Saw menimpa umatnya. Beliau khawatir jika umatnya tertimpa syirik kecil, bagaimana lagi jika yang menimpa mereka adalah syirik besar yang merupakan kekafiran, bisa mengeluarkan manusia dari Islam. Karenanya, Rasulullah Saw  bersabda, yang artinya :
“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian adalah syirik ashghor (kecil)”. Mereka (Para sahabat) berkata, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Riya’ (ingin diperhatikan saat beramal). Allah Swt berfirman di hari kiamat saat Allah Swt memberikan balasan kepada manusia berdasarkan amalan-amalan mereka,“Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian berbuat  riya’ (di depannya) ketika di dunia; perhatikanlah, apakah kalian mendapatkan pada mereka balasan”. [HR. Ahmad (5/428-429). Di-hasankan oleh Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 23680, 23681, & 23686)]
Jika syirik kecil saja dikhawatirkan oleh Nabi Saw berupa riya’ (beribadah karena mencari perhatian), maka tentunya syirik besar lebih beliau takutkan, seperti berdoa kepada penghuni kubur atau kepada jin. Karenanya Rasulullah Saw  bersabda yang artinya :
“Barangsiapa yang meninggal, sedang ia menyeru (berdoa) kepada sembahan selain Allah Swt, maka ia akan masuk neraka”.[HR. Al-Bukhoriy(4227)]


Berdo’a kepada selain Allah Swt, memohon kesembuhan dan berkah kepada selain Allah Swt  merupakan syirik besar yang banyak menimpa manusia di zaman ini. Lihatlah segerombolan manusia yang mendatangi Dukun Cilik, PONARI. Mereka semua datang meminta kesembuhan dari PONARI dari segala macam penyakit; se akan-akan PONARI adalah tuhan selain Allah Swt yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Ketahuilah, hanya  Allah Swt yang menyembuhkan semua penyakit, bukan makhluk.
Karenanya, mintalah dan harap kesembuhan itu dari Allah Swt. Janganlah kalian meminta dan mengharap kesembuhan dan berkah dari Ponari!!! Sebab itu adalah kesyirikan yang terlarang dalam agama kita!!! Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan syirik, maka ia akan masuk neraka dalam keadaan kekal di dalamnya. Na’udzubillahi min dzalik.
Nabi Saw bersabda, yang artinya :
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik (mempersekutukan Allah Swt) dengan sesuatu apapun, makaia akan masuk neraka”. [HR. AlBukhoriy(1181)]
Inilah kondisi orang yang musyrik yang mempersekutukan Allah Swt dengan makhluk-Nya  ia tak akan masuk surga, bahkan masuk neraka!!
Seorang ulama Syafi’iyyah, AlHafizh Ibnu Hajar Al-Asqolaniy berkata saat mengomentari hadits di atas, “Sesungguhnya orang-orang yang tidak bertauhid (alias musyrik) tidak akan masuk surga”. [Lihat Fathul Bari (3/111)]
Wahai Pembaca yang budiman,hindarilah dan waspadailah syirik karena ia adalah penyebab yang menjerumuskan kita ke dalam neraka. Jabir radhiallahu anhu berkata, “Ada seorang  laki-laki yang pernah datang kepada  Nabi Saw seraya berkata, “Wahai Rasulullah, apakah dua penyebab itu (yakni, penyebab masuk surga, dan penyebab masuk neraka)?”Rasulullah Saw bersabda;yang artinya :
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka ia akan masuk surga; barangsiapa yang meninggal dalam dalam keadaan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk neraka”.[HR. Muslim (93)]
Hadits ini adalah ancaman yang amat keras bagi orang-orang yang melakukan kesyirikan ia diancam dengan neraka, dan akan masuk surga lagi. Kita memohon kepada Allah Swt  sebagaimana doa Nabi Ibrahim 'alaihissalam ,“Ya Tuhan ku, jadikanlah negeri Ini (Makkah) , negeri yang aman, dan jauhkanlah Aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala”.

Sumber: banyak sumber

Comments

Popular posts from this blog