Hakikat Manusia Ideal menurut islam


Fakta bahwa perjalanan evolusioner manusia berawal dari sisi hewani manusia dan bergerak menuju sisi manusiawinya, sebuah tujuan yang sangat mulia.
Prinsip ini berlaku untuk individu maupun masyarakat. Pada permulaan  eksistensinya, manusia tak lebih daripada organisme  material. Berkat gerakan evolusioner yang mendasar,  manusia berubah menjadi substansi spiritual. Roh (spirit) manusia lahir dalam alam tubuh manusia, dan kemudian menjadi mandiri.

Karakteristik evolusi adalah semakin berkembangnya suatu makhluk, semakin mandiri dan efektiflah dia,dandia pun akan semakin mempengaruhi lingkungannya.Ketika sisi manusiawi manusia berkembang, sebenarnya sisi ini tengah menuju ke­mandirian dan mengen­dalikan aspek-aspek lain­nya. Hal ini terjadi pada individu maupun masya­rakat. Individu yang sudah mengalami pengembangan batiniah maupun lahiriah-nya berarti dia telah merdeka dari dominasi lingkungan batiniah maupun lahiriah, dan memiliki dedikasi kepada aqidah dan agama. 

Sesungguhnya, dari sudut pandang material dan spi­ritual, manusia pada umumnya tengah berjalan ke depan. Akan tetapi, gerakan spiritualnya tidak selalu di garis yang lurus. Gerakan tersebut terkadang berhenti, terkadang balik ke belakang. Namun, pada umumnya merupakan suatu gerakan evolusioner ke depan. Itulah sebabnya, Saya katakan bahwa manusia masa depan merupakan manusia budaya,bukan manusia ekonomi, dan manusia masa depan merupakan manusia agama, aqidah dan ideologi, dan bukan manusia yang mengejar kenikmatan jasmani.

Menurut teori ini, aspek-aspek manusiawi pada diri manusia-karena aspek-aspek tersebut fundamental berkembang mengikuti berkembangnya alat-alat produksi dan bahkan berkembang sebelum berkembangnya alat­-alat produksi. Menyusul perkembangannya, aspek-aspek manusiawi manusia berangsur-angsur mengurangi ke­tergantungan manusia kepada lingkungan natural dan sosialnya, dan mengurangi kesetujuannya kepada kondisi lingkungan. Maka kemerdekaan yang didapat membuat manusia semakin kuat dedikasinya kepada agama dan  ideologi, dan meningkatkan kapasitasnya mempengaruhi lingkungan natural dan sosialnya. Kelak, setelah memper­oleh kemerdekaan seutuhnya, manusia kemudian menjadi semakin kuat dedikasinya kepada agama dan ideologi.

Yang menentukan tujuan akhir manusia adalah evolusi budayanya dan realitas manusiawinya, bukan evo­lusi alat-alat produksi. Adalah realitas manusiawi yang dalam evolusinya menye­babkan alat-alat produksi berkembang bersama berkembangnya urusan lain manusia. 

Di balik berubahnya alat-alat yang mengatur sistem produksi ini, memposisikan manusia lebih rendah dari pada binatang bahkan lebih rendah dari pada alam. Perubahan status manusia sebagai subyek menjadi obyek atau dalam ajaran Islam manusia sebagai khalifah (pemimpin) dan 'abd (hamba) Allah Ta'ala akhirnya menjadi budak materi.

Oleh karena itu, manusia modern dewasa ini mengukur diri manusia dengan ukuran materi. Melorot­nya status manusia ini diakibatkan sistem ekonomi kovensional yang mengajarkan teori simpanse atau dikenal dengan istilah animal economic. Untuk mengangkat de­rajat manusia menjadi khalifah dan hamba Allah secara benar adalah melalui taubat. Wallahu a'lam (berbagai sumber)

Comments

Popular posts from this blog