Lazimkan diri untuk bersalawat, maulid nabi besar Muhammad SAW
"Laqad kaana lakum
fi rasulillahi uswatun hasanah"
Tanggal 12 bulan rabiul
awal merupakan bulan kelahiran nabi besar Muhammad SAW.
Setiap momentum maulid Nabi Besar Muhammad SAW. kita sering mendengar ayat
tersebut diatas. Firman Allah SWT yang terdapat dalam surat Al-Ahzab ayat 21
itu menggambarkan kehidupan Rasulullah SAW. Yang penuh keteladanan.Bahkan dalam buku yang
berjudul "The 100: A rangking of the most influential persons in
History" karya Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai
tokoh berpengaruh no.1 di dunia. Michael Hart menuliskan, pilihannya yang jatuh
kepada nabi Muhammad SAW dalam urutan pertama daftar seratus tokoh yang
berpengaruh di dunia telah mengejutkan para pembaca dan banyak menimbulkan
tanda tanya.Namun dia berpegang pada keyakinan nya, nabi Muhammad SAW-lah satu2
nya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa baik
dilihat dari segi agama maupun ruang lingkup duniawi.
Masih segar dalam
ingatan saya tentang isi ceramah mantan menteri pendidikan dan kebudayaan,
Prof.Dr.Ir.KH.Muhammad Nuh, D.E.A., ketika acara Maulid akbar Universitas Syiah
kuala di halaman mesjid Jamik kampus pada april 2015 lalu. Beliau menceritakan
betapa mulianya kedudukan baginda Rasulullah Saw. di hadapan Allah Swt.
"Pernahkah kita
merenungi prosesi pernikahan Nabi Adam as. dengan Siti Hawa ra.? Siapa yang
menikahkan mereka dan apa mas kawinnya saat itu?" Tanya Guru besar
Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, itu kepada jamaah.
Dia menceritakan, Nabi
Adam as dan sayyidatina Hawa dinikahkan langsung oleh Allah Swt. Sedangkan
maharnya yaitu membaca selawat sebanyak 20 x. Padahal saat itu Rasulullah
Saw.belum dilahirkan ke muka bumi. Namun,Nur Nabi Muhammad Saw. sudah
adasebelum Nabi Adam as. di ciptakan.
Selawat sebagai mahar
dalam pernikahan Nabi Adam as. menjadi bukti betapa tingginya kedudukan
rasulullah Saw.
"Allah
memerintahkan kita untuk berzakat. Lantas, apakah Allah Swt . ikut berzakat?
Allah Swt mewajibkan hamba-Nya untuk salat, tapi apakah Allah Swt. juga
salat??? Perintah-perintah itu hanya di peruntukkan untuk hamba-Nya. Namun,
pada bab selawat, selain memerintahkan hamba-Nya untuk berselawat, Allah Swt.
juga senantiasa berselawat kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad Saw.," jelas Prof.M.Nuh.
Dengan demikian, sangat
wajar apabila Allah Swt. memerintahkan seluruh umat Islam untuk selalu
berselawat kepada Rasulullah Saw. Dalil yang menyebutkan bahwa Allah Swt. dan
para malaikat juga juga berselawat kepada Nabi Muhammad Saw. terdapat dalam
surat Al-Ahzab ayat 56 yang artinya , " Sesungguhnya Allah dan para malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk
nabi (Saw) . Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi (Saw.)
dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
Cara paling sederhana
untuk menghormati dan memperingati Lahirnya Nabi Muhammda Saw. adalah dengan
selawat. Dasar nya sangat jelas dan banyak hadis menceritakan keutamaan
berselawat. Maka , keliru apabila ada orang yang menyepelekan selawat. Terlebih
lagi apabila menyamakan kedudukan Rasulullah Saw. dengan manusia biasa.
" Penyakit kaum
intelektual adalah sangat pelit dalam memuji baginda Rasulullah Saw. Tatkala
menyebut nama Rasulullah Saw,. biasanya cukup dengan muhammad tanpa di bubuhi
gelar. Padahal tata kramanya tidak demikian. sebaiknya , sebutlah gelaran
seperti Sayyidina,Habibina, Syafi'ina, dan Maulana kepada
Rasulullah Saw. Orang kita menyebut nama raja saja pasti di awali embel-embel
yang mulia. Nah, masa waktu menyebut nama Rasulullah Saw. langsung dengan
namanya. Itu namanya sangat pelit dan kikir. Ini kritik untuk kaum intelektual
agar lebih menghargai dan memperbaiki sebutan nama bagi junjungan kita dan
kesayangan kita, Nabi Muhammad Saw., "pungkas Mantan rektor ITS yang juga
seorang kyai itu.
Beliau menghimbau kepada
kaum Muslimin, khususnya keluarga besar unyiah, agar senantiasa memperbanyak
selawat supaya dimudahkan berkumpul bersama Rasulullah Saw. di padang mahsyar
kelak. Selain itu, tema Uswatun hasanah harus dipelajari terus
menerus dan ditanamkan kepada generasi penerus karena pengetahuan dan
ketrampilan saja belum cukup. Disamping pentingnya meneladani sikap Rasulullah
Saw.
"Kita butuh orang
yang memiliki attitude dan kepribadian yang baik salah satu karakteristik yang
sangat dibutuhkan adalah kejujuran.
Sayyidina Ali ra. pernah
berpesan, "
Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena ia bisa berbeda zamannya dengan
zamanmu sekarang."
" Terakhir, salah
satu cara paling ampuh untuk meneladani Kehidupan Rasulullah Saw. tentu dengan
mengkaji sirah nabawiyah tentang Nabi Saw. dan melazimkan diri untuk selalu
berselawat. Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin wa'ala alihi washahbihi
ajma'in," tutup Profesor tersebut.
Sekian dulu, semoga
menjadi renungan kita bersama untuk lebih giat lagi dalam mempelajari dan
meneladani Rasulullah Saw. (dr.Ze)

Comments
Post a Comment