Mengharukan Sekali!!! Kisah Nyata Perempuan Miskin,Sapi Tua dan Gaza
Kisah nyata ini terjadi di salah sebuah daerah di Yaman.Kisah penderitaan
dan kepahitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia. Semua
orang marah, benci, dendam dan sedih.
Dimana korban kebanyakan adalah anak-anak kecil tak berdosa yang menjadi
korban muntahan peluru sehingga darah membasah bumi tanpa henti. Tragedi
dahsyat ini juga sampai juga ke telinga seorang perempuan tua yang hidup miskin
di salah sebuah kampung di Yaman. Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih
dan pilu sehingga berurai air mata. Lantas suatu hari, dia berusaha sekuat
upaya untuk mencoba membantu sekadar semampunya. Kebetulan , ‘harta’ yang dia
punya adalah seekor sapi tua,terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya.
Dengan semangat tinggi dan perasaan simpati amat sangat, dia berniat
menyedekahkan Sapinya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah
pergi kesalah satu masjid di Yaman sambil memegang sapi tunggal kesayangannya itu.
Kebetulan hari itu Jumaat dan para jemaah sudah mengerumuni pekarangan masjid
untuk melaksanakan ibadat tersebut. Ketika itu, betapa ramai yang melihat dan
memperhatikan perempuan tua nan miskin dengan sapinya yang berada di sisi luar
masjid. Ada yang mengangguk, ada yang menggeleng kepala. Tak terkecuali ada
juga yang tersenyum sinis, tertawa, mengejek melihat perempuan miskin yang
setia berdiri di sisi sapinya.
Masa berlalu, jemaah masjid walaupun khusyuk mendengar khutbah imam namun
sesekali memperhatikan dua mahkhluk tuhan itu. Perempuan dan sapi itu masih di
situ yang tanpa rasa malu atau segan diraut wajahnya.
Setelah imam turun dari mimbar, solat Jumaat kemudian dilakukan, biar
dibakar terik mentari dan peluh menitis dan memercik di muka, perempuan dan
sapi tua itu masih saja disitu. Segera setelah jemaah selesai solat dan berdoa,
tiba-tiba perempuan itu dengan tergesa-gesa menarik sapi itu membawanya ke
depan pintu masjid sambil menanti dengan penuh sabar tanpa mempedulikan jemaah
yang keluar. Ramai juga orang yang tidak beranjak dan perasaan ingin tahu, apa
yang bakal dilakukan oleh perempuan tua itu.
Tatkala imam masjid keluar, perempuan tua itu bingkas berkata :”Wahai imam,
aku telah mendengar kisah sedih penduduk di Gaza. Aku seorang yang miskin
tetapi aku bersimpati dan ingin membantu. Sudilah kau terima satu-satunya sapi
yang ku punyai untuk dibawa ke Gaza, untuk di berikan kepada penduduk di sana.”
Gaduh seketika orang yang berada di masjid itu. Imam kaget dengan permintaan
perempuan itu namun keberatan untuk menerima. Ya, bagaimana membawa sapi tua
itu ke Gaza?
Kemudian para jemaah mulai bercakap-cakap. Ada yang mengatakan tindakan itu
tidak munasabah apalagi sapi itu sudah tua dan tiada harga. “Tolonglah..
bawalah sapi ini ke Gaza. Inilah saja yang aku punya. Aku ingin benar membantu
mereka,” ulang perempuan yang tidak dikenali itu. Imam tadi masih
keberatan.Masing-masing jemaah berkata-kata dan berbisik antara satu sama lain.
Semua pandangan tertumpu kepada perempuan dan sapi tuanya itu.
Mata perempuan tua yang miskin itu sudah mulai berkaca dan berair namun
tetap tidak beranjak dan terus merenung ke arah imam tersebut. Sunyi seketika
suasana. Tiba-tiba muncul seorang jemaah lalu bersuara mencetuskan idea: ”Tak
mengapalah,biar aku beli sapi perempuan ini dengan harga 10,000 riyal dan bawa
uang itu kemudian sedekahkanlah kepada penduduk di Gaza.
Imam kemudian nampak setuju. Perempuan miskin tua itu kemudian menyeka air
matanya yang sudah tumpah. Dia membisu namun sepertinya setuju dengan pendapat
jemaah itu. Tiba-tiba bangkit pula seorang anak muda, memberi pandangan yang
jauh lebih hebat lagi: ”Bagaimana kalau kita rama-ramai membuat tawaran
tertinggi sambil bersedekah untuk membeli sapi ini dan duit nya nanti
diserahkan ke Gaza?”
Perempuan itu terkejut, termasuk imam itu juga. Rupa-rupanya cetusan anak
muda ini diterima semua orang. Kemudian dalam beberapa menit para jemaah
berebut-rebut menyedekahkan uang mereka untuk dikumpulkan dengan cara lelang
tertinggi. Ada yang mulai menawar dari 10,000 ke 30,000 riyal dan berlanjutan
untuk seketika.Suasana pekarangan masjid di Yaman itu menjadi riuh selama
proses lelang sapi tersebut.
Akhirnya sapi tua, kurus dan tidak bermaya milik perempuan tua miskin itu
dibeli dengan harga 500,000 riyal, setelah itu uang diserahkan kepada imam
masjid, semua sepakat membuat keputusan itu, kemudian salah seorang jemaah
berbicara kepada perempuan tua itu. “Kami telah melelang sapi kamu dan telah
mengumpulkan uang sejumlah 500,000 riyal untuk membeli sapi itu. “Akan tetapi
kami telah sepakat, uang yang terkumpul tadi diserahkan kepada imam untuk
disampaikan kepada penduduk Gaza dan sapi itu kami hadiahkan kembali kepada
kamu,” katanya sambil memperhatikan perempuan tua nan miskin itu yang kembali
meneteskan air mata…gembira.
Tanpa diduga, Allah mentakdirkan segalanya, niat perempuan miskin itu untuk
membantu meringankan beban penderitaan penduduk Palestina akhirnya tercapai dan
dipermudahkan sehingga terkumpul uang yang banyak tanpa kehilangan “harta” satu-satunya
yang ada . Subhanallah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan amal-amal kalian, tetapi
Dia melihat kepada hati dan niat kalian.” (shahih Muslim dan
lainnya)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa yg bersedekah (walau) sebesar kurma dari usaha yg baik, dan
Allah tidak menerima kecuali yg baik, dan Sungguh Allah swt menerimanya dg
sambutan hangat, lalu melipat gandakannya untuk orang itu seperti kalian
mengasuh bayi yg disusuinya, hingga sebesar gunung” (Shahih Bukhari)
Hikmah dari kisah ini adalah segala niat murni yang baik senantiasa
mendapat perhitungan dan ganjaran Allah apalagi jika datang dari hati kecil
seorang yang miskin yang mau membantu umat islam yang menderita akibat dizalimi
rejim zionis israel, biarpun diri serba payah dan serba kekurangan. sesuai
dengan Firman Allah Ta’ala,
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali
bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau
berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan
barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka
kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An Nisa’ [4]
:114)
Semoga bermanfaat…….berbagai
sumber

Comments
Post a Comment