Tips Jitu Hijrah Menjadi Manusia Unggul!
Manusia awalnya hanya berupa sel sperma
yang bertemu dengan sel telur.
la adalah sel sperma unggul yang telah mengalahkan jutaan sel sperma
lain. Begitulah
hakekatnya manusia. Manusia adalah mahluk unggul yang tak sekadar mampu bertahan hidup
dengan tantangan alam yang kompleks,
tetapi juga mampu mengubah wajah dunia menjadi berperadaban seperti sekarang ini.
Manusia adalah khalifah di atas muka bumi. tidak mungkin manusia mendapat tanggung jawab sebesar itu
jikalau manusia tidak dibekali potensi yang
besar pula. Manalah mungkin manusia bisa menjalani fase kehidupan berat jikalau
mereka tidak lebih unggul ketimbang mahluk
lain. Itulah fitrah
manusia.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi waSallam (SAW) telah berhasil
menyadarkan kaum Muslim pada masanya akan fitrah itu, dan beberapa generasi
setelahnya, hingga tampil menjadi tokoh guru peradaban. Lantas apa rahasia keberhasilan mereka? Inilah beberapa di antaranya.
Pertama, menjadikan hijrah sebagai
solusi atas segala·permasalahan. Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT) telah mengizinkan Nabi SAW untuk berhijrah menuju
Madinah. Sejak itu terjadilah hijrah sebagai bagian dari syariat
yang berlaku sampai hari Kiamat, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya:
Hijrah tidak akan terputus sampai taubat terputus. Dan taubat tidak akan terputus sampai matahari terbit dari ternpat tenggelamnya. (RiwayatAbu Dawud).
Hijrah merupakan bagian dari syariat Allah SWT yang diserukan kepada Rasulullah SAW. Ini dapat dilihat dari satu penggalan sejarah di mana · beliau pernah dua kali memerintahkan para sahabatnya untuk berhijrah ke Habasyah ketika tekanan kaum kafir Makkah semakin
bertambah.
Dalam kondisi seperti itu Rasulullah SAW berdoa kepada Rabbnya, sebagaimana terdapat dalam
firman-Nya:
Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan
keluarkanlah (pula) aku
dengan keluar yang benar dan berikanlah kepadaku
dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. (al-Isra [17]: 8o)
Begitu besarnya nilai yang
terkandung dalam syariat hijrah, Allah SWT mengancam orang-orang yang
mampu berhijrah namun
tidak berhijrah sebagaimana firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri
sendiri, (kepada
mereka)
malaikat berkata, "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?" Mereka
menjawab, "Adalah kami
orang-orang tertindas di negeri
(Mekkah)." Para Malaikat berkata,
"Bukankah bumi Allah itu luas,
sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?" Orang-orang
itu tempatnya neraka jahanam,
dan jahanam itu seburuk-buruk tempat
kembali.
(an-Nisa [4]: 97)
Ini adalah ancaman yang sangat berat bagi orang yang meninggalkan hijrah tanpa alasan yang syar'i. Ayat yang mulia
ini bersifat umum bagi siapa saja yang menetap (tinggal) di wilayah kaum musyrikin yang tidak
memungkinkan baginya untuk menegakkan agamanya dan ia
mampu untuk pindah dari wilayah
tersebut.
Allah SWT telah berfirman:
"Dan barangsiapa yang
hijrah di jalan Allah, niscaya rizereka mendapati di muka bumi ini tempat
hijrah yang luas." (An-Nisa [4): 100)
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah
menjelaskan bahwa hijrah itu terdiri atas dua macam:
fisik dan hati, demi menuju Allah SWT dan Rasul-Nya. Inilah hijrah
hakiki dan akar pondasi semua amalan hijrah. Hijrah
seperti ini hukumnya fardhu
'ain dan
tidak berakhir hingga datangnya hari kiamat.
Kedua; aktif berkompetisi dalam jihad. Untuk
menegakkan peradaban Islam yang wulia, kaum Muslim
tentu bakal mendapat banyak perlawanan. Perlawanan ini
harus dihadapi dengan jihad. Itulah barometer pengukur kualitas iman dan ketaatan.
Jika kaum Muslim menyadari hal
itu, tentu
hati, pikiran, dan tenaga, menjadi lebih
fokus dan kreatif untuk memenangkan
perjuangan. Mereka menjadi manusia
terpilih di antara manusiamanusia pilihan,
sebagaimana firman Allah SWT:
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang
Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri
mereka sendiri dan diantara mereka
ada yang pertengahan dan di antara
mereka ada (pula) yang lebih
dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.Yang demikian itu adalah karunia yang
amat besar. (Fathir [35]: 32)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan maksud ayat tersebut, yaitu orang-orang yang melakukan kewajiban serta meninggalkan yang diharamkan dan yang dimakruhkan. IbnuAbbas berkata, "Orang
yang berlomba berbuat kebaikan akan masuk surga tanpa dihisab, orang yang pertengahan akan masuk surga dengan rahmat
Allah, dan orang yang menganiaya diri sendiri serta ash-haabul
a'raaf akan masuk surga dengan syafa'at
Muhammad
SAW."
Di dalam al-Qur' an, Allah SWT menjelaskan kedua rahasia agung
yang membuat kaum Muslimin menjadi kaum terdepan, yaitu hijrah dan jihad, serta dipandu ruh keimanan. Ini dijelaskan oleh Allah swr
pada ayat berikut:
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta,
benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah
orang-orang yang mendapat kemenangan. (at-Taubah
[9]: 20).
Iman yang terlahir dari ma'rifat yang dalam terhadap Allah SWT akan
menyadarkan kita bahwa diri ini memiliki kekuatan dahsyat. Makhluk
pilihan yang dibekali berbagai keutamaan. Kesadaran ini menumbuhkan kepercayaan diri yang
tinggi. Karenanya tidak ada kata lemah, apalagi
menyerah, dalam kamus hidup kaum Muslim. Allah SWT berfirman:
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu
bersedih
hati, padahal kamulah orang-orang yang paling
tinggi ( derajatnya),jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali-Imran
[3]: 139)
Kiat Mewujudkan Keunggulan
Bagaimana
cara membangkitkan keunggulan yang kita miliki? Bagaimana mengulangi sejarah kejayaan
Islam yang pernah tampil sebagai umat terdepan dalam membangun kemaslahatan dunia? Berikut ini kiat-kiatnya.
1. Meningkatkan kualitas iman dan amal shaleh dengan tarbiyah
aqliyah (pembelajaran akal), ruhiyah (ruh), dan jasadiyah Gasad),
baik dalam lingkup pribadi, keluarga, atau masyarakat
. Firman Allah
SWT: DanAllah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu
dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia
telah menjadikan orang-orang sebelum mel'eka
berkuasa.
(An-Nuur [24]: 55)
2.
Sabar dan yakin
bahwa potensi keunggulan umat Islam pasti bisa
dibangkitkan kembali. Firman Allah
SWT:
Maka kelak kamu akan melihat dan mereka ( orang-orang kafir) pun akan
melihat, siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang. Paling Mengetahui siapa yang
sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk. (Al-Qalam [68]: 5-7)
3·
Tidak mengikuti propaganda musuh-musuh Islam.
Firman ALLah SWT : Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Mereka
menginginkan supaya kamu bersikap lunak
lalu mereka bersikap
lunak." (al-Qalam
[68]: 8-9} .
4.
Melibatkan Allah SWT dalam mengatasi musuh-musuh Islam. FirmanAllah SWT: Biarkanlah
Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. (al-Muddatstsir
[74]: 11)
5·
Mengharapkan bantuan dan imbalan surga dari
Allah swt semata.
Dalam
sebuah Hadits
yang diriwayatkan
oleh Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, sesungguhnya Allah berfirman, "Apabila Aku
menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia
bersabar, maka aku gantikan surga baginya." (Riwayat
Bukhari). ·
Wallahu a'lam bish
shawab. ***

Comments
Post a Comment